Satu media pembelajaran jurnalistik seorang Ilhamnoor. Fakta, Opini, Curahan Hati semua tumplak bleg menjadi satu. Semoga dapat menghibur, dan mengilhami para pembaca. Adios...!!! [ilhamnoor™]

Minggu, 23 Oktober 2011

Prestasi Akan Datang Bersama Kita, Jika Kita Mempersiapkan Kedatangannya.

     Sebuah fakta baru saja terjadi, dimana saya menjadi sebuah saksi dari keberhasilan suatu persiapan yang benar-benar diolah secara matang dan pasti penuh dengan perhitungan. 

     Pagi tadi, pertandingan final softball Gubernur Cup dilangsungkan. Dua tim terbaik berlaga di puncak kompetisi putra dan putri usia 19 tahun kebawah. ‘tim tua’ Lodaya melawan Rusa Hitam di divisi putri, dan OCBC Nisp menantang Rusa Hitam di divisi putra.

    Diatas kertas, memang keempat tim yang berlaga di babak final itu memiliki kualitas yang mumpuni dan pantas untuk bertarung memperebutkan gelar juara. Skuad lengkap, pelatih berpengalaman menjadi satu dari sekian modal yang mereka miliki.

    Namanya kompetisi tentu saja hanya menghasilkan satu juara. Dan tim Lodaya berhasil menduduki peringkat satu di Gubernur Cup Softball putri tahun ini, sedangkan Rusa Hitam di kelas putra.

      Dari kedua tim juara tersebut terdapat satu poin penting yang menjadi modal utama dari sekian modal yang diperlukan untuk meraih prestasi. Modal tersebut adalah persiapan yang baik.
   
     Lodaya merupakan tim yang baru kembali ‘hidup’ setelah beberapa tahun mengalami ‘mati suri’. Prestasi juara kali ini saya rasa pantas mereka raih. Pasalnya, hampir semua anggota tim, manajemen, dan pengurusnya mempersiapkan kekuatan tim dengan sangat serius. Selain itu, keinginan para pemainnya untuk maju menjadi salah satu magnet bagi gelar juara kepada mereka.
   
     Sama halnya dengan tim Rusa Hitam putra. Di partai final anak-anak Rusa Hitam tampil spartan. Seolah ingin membuktikan kepada para pecinta softball Bandung, bahwa mereka layak untuk tampil di jenjang yang lebih tinggi.
   
     Selain itu persiapan matang yang mereka lakukan tidak sampai disitu, Semua penghargaan individu berhasil mereka raih, bahkan bisa mengungguli atlet-atlet yang telah mencicipi pertandingan di level senior.
   
     Melihat hasil tersebut sangat pantas rasanya jika saya mengucapkan beribu selamat kepada para tim juara. Karena dengan kegigihan mereka dalam berlatih, keinginan mereka untuk maju, mereka berhasil mewujudkan impian mereka menjadi sebuah tim juara.
   
     Dan dengan kemenangan kedua tim tersebut terungkaplah sebuah fakta yang patut kita tiru, bahwa prestasi akan datang bersama kita jika kita mempersipkan kedatangannya.[ilhamnoor™]

Sabtu, 01 Oktober 2011

Cacat Komunikasi

     Seorang pitcher berkebangsaan Filipina melakukan suatu lemparan liar (wild pitch) yang gagal ditangkap oleh rekan senegaranya yang berposisi sebagai catcher pada suatu pertandingan softball di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

     Dengan kejadian itu, sontak membuat beberapa pemain lainnya yang berkebangsaan Indonesia meneriakan posisi bola tersebut. Dengan menggunakan bahasa Indonesia yang fasih, 7 dari 9 orang pemain tim tersebut kompak berteriak “BELAKAAAAAAAAAAAAAANG….!!!!” (karena pada saat itu bola terdapat dibelakangnya)

     Namun apadaya, si catcher yang tidak mengerti bahasa Indonesia hanya terdiam di tempat dan celingak celinguk melihat kebawah, kekiri, dan kekanannya. Walaupun 7 orang berteriak belakang, ia tidak menghiraukannya. Dan hal tersebut menjadi suatu pemandangan yang cukup menggelitik beberapa orang yang menonton pertandingan softball tersebut termasuk pemain yang sedang bertanding.
Dalam kasus tersebut, menginspirasi saya untuk menuliskannya di media ini. Bahwa suatu komunikasi itu sangat penting dalam kehidupan sehari hari, terutama dalam kehidupan yang menyangkut banyak orang (lebih dari 1 orang).

     Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan dari satu orang (communicator) kepada orang lain (communican). Komunikasi akan berjalan efektif jika kedua pihak tersebut saling mengerti dan sepakat akan bahasa, simbol, yang akan digunakan dalam menyampaikan pesan.

     Dan dari kasus pertandingan softball tadi sangat jelas, jika komunikasi yang dilakukan oleh para pemain tersebut tidak berjalan efektif karena tidak terdapatnya keselarasan dalam berbahasa. Sehingga hal itu dapat merugikan kelompok tersebut.

     Namun beruntung kejadian tersebut tidak berdampak besar pada kelompok tersebut, setelah mendapatkan kesepakatan akan bahasa, simbol yang akan digunakan, komunikasi antar pemain pun berjalan dengan baik.

     Hal ini pun berlaku untuk kehidupan kita sehari hari, apalagi jika kita yang sering berurusan dengan orang banyak, atau berorganisasi. Komunikasi yang baik sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup kita dan orang-orang disekeliling kita.

     Bukan tidak mungkin cacatnya komunikasi (komunikasi yang tidak efektif) dapat menimbulkan masalah dalam kehidupan sehari hari. [ilhamnoor™]

Sabtu, 13 Agustus 2011

Kejarlah Dunia Seperti Memburu Nyamuk

     Tampaknya setiap orang setuju jika nyamuk merupakan salah satu hewan yang kita benci. Disaat kita tertidur lelap, ngiungannya membuat kita terbangun, sengatannya pada bagian tubuh kita membuat kita refleks untuk memukul sekerasnya. Namun pemburuan kita lebih sering gagal, walaupun bukan tidak mungkin kita berhasil mendapatkannya.

     Tapi mungkin jarang orang mengetahui jika dibalik sifat menyebalkannya si nyamuk, kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga. Ya, strategi memburu nyamuk lah yang bisa kita ambil sebagai bekal untuk kita menjalani kehidupan.

     Jika kita terbawa nafsu untuk memburu nyamuk yang menggigit kita, maka besar kemungkinan hewan penghisap darah itu akan cepat kabur. Karena ia mengetahui bahwa ia menjadi sasaran perburuan manusia.
Namun apabila kita menepok nyamuk dengan cara yang benar, berpura-pura tidak akan memburunya dan dekati nyamuk dengan gerakan perlahan-lahan maka nyamuk tersebut tidak menyadari bahwa ia menjadi target perburuan. Dan hasilnya?? nyamuk tersebut akan jelas terlihat di telapak tangan kita.

     Dari strategi menepok nyamuk itulah kita dapat mendapatkan suatu pelajaran yang berharga untuk mengejar nikmat dunia. Kejarlah dunia seakan-akan kita tidak mengejarnya, yaitu dengan perlahan-lahan, tidak terlalu ngotot dan ambisius yang justru sering menjerumuskan. Kejarlah dunia, seakan-akan kita tidak perlu kepadanya. Bahkan kalau bisa, kejarlah dunia dengan gerakan seolah-olah kita menjauhinya. Insya Allah dunia akan terengkuh.

      Kejarlah dunia seperti kita memburu nyamuk. Dekati dengan pelan-pelan, jangan emosi dan kemudian serang dengan penuh perhitungan. [ilhamnoor™]

(terinspirasi dari Ustad Yusuf Mansur)

Senin, 08 Agustus 2011

TMB, Jalur Biru dan Monorel

      Ini kisah tentang sebuah kota besar di Indonesia. Dengan jumlah penduduk yang cukup padat membuat ruang gerak publiknya cukup aktif. Pergi pagi, pulang malam sudah menjadi rutinitas sebagian warganya untuk berkatifitas.

      Bagaikan keran air yang dibuka, setiap pagi jalanan di Bandung penuh sesak oleh kendaraan yang akan mengantar warga menuju tempat aktifitas dan sore menjelang malam, jalanan kota Bandung dipenuhi oleh sebagian besar warganya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Ratusan mobil dan motor menumpuk di hampir setiap jalanan besar. Tak jarang dari mereka yang saling menyalip sehingga mengundang pengguna jalan lainnya untuk membunyikan klakson kendaraan mereka.

      Kejadian tersebut tidak hanya pada hari-hari kerja saja, pada weekend pun kota Bandung mengalami hal yang sama. Bahkan bisa saja jumlah kendaraannya 2 kali lipat dari hari kerja. Itu dikarenakan banyaknya wisata-wisata lokal maupun mancanegara yang sengaja datang untuk berlibur walaupun hanya dua hari. Dan diperparah dengan hadirnya sejumlah pedagang kaki lima (PKL) yang konon mencapai 10.000 pedagang tersebar di tujuh titik di kota bandung.

      Berkaca dari semrawutnya Bandung saat ini, maka beberapa upaya dilakukan pemerintah untuk mengurangi volume kendaraan yang otomatis mengurangi jumlah kemacetan. Trans Metro Bandung (TMB) menjadi salah satu solusinya. Pemerintah Bandung berharap masyarakatnya mulai menggunakan kendaraan transportasi masal dan tidak membawa kendaraan pribadinya. Namun kurang baiknya fasilitas yang ditawarkan, membuat masyarakat enggan beranjak dari kendaraan pribadinya.



      Selain itu pemerintah pun mengkampanyekan bersepeda menuju tempat kerja (bike to work), jalur sepeda berlandasan warna biru pun dibuat di setiap sisi badan jalan kota Bandung. Bahkan dilakukan hingga dua kali pengecatan (karena pudar, padahal baru beberapa bulan). Namun faktanya, jalur biru tersebut tidak efektif, malah digunakan sebagai area berhenti angkutan kota, becak, taksi, dan lain-lain sehingga menambah kemacetan. Sehingga masyarakat pun malas untuk bersepeda.



      Dan beberapa hari yang lalu, satu solusi kembali menjadi alternatif untuk mengurangi kemacetan di Bandung. Pemerintah Propinsi berencana akan membangun monorel yang melintasi kota bandung, kab. bandung barat, dan kab. bandung. Namun sampai saat ini hal tersebut masih berupa wacana.

Jikalau rencana pembuatan monorel tersebut terealisasi, maka bukan tidak mungkin tingkat kemacetan di Bandung bisa ditekan. Namun masalahnya, tidak semua kalangan mau menggunakan transportasi ini. Faktor untung rugi, efektifitas waktu dan nyaman tidaknya menjadi pertimbangan mereka yang hingga saat ini masih enggan meninggalkan kendaraan pribadinya.  [ilhamnoor™]

Jumat, 08 Juli 2011

Sejarah itu Akan Tercipta Besok

       Kisruh di dunia sepakbola Indonesia seakan tidak ada habisnya. Mulai dari dugaan korupsi yang ada di tubuh PSSI, hingga dijadikannya sepakbola Indonesia sebagai jembatan menuju kiprah politik beberapa oknum politisi. Bahkan akhir-akhir ini, konflik yang terjadi di tubuh PSSI ini seakan menjadi trending topic bagi media cetak maupun elektronik di Indonesia.
       Sedikit mengingatkan kembali, “trio macan” PSSI Nurdin Halid, Nugraha Besoes, dan Nirwan Bakrie merupakan petinggi-petinggi yang sudah tidak dipercayai masyarakat pecinta sepakbola Indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Namun dengan kekuatan dan backingan yang kuat membuat mereka tetap berkuasa di organisasi sepakbola Indonesia ini. Mereka seperti macan yang mengaum keras mengalahkan siapapun yang menghalangi langkahnya.
       Piala AFF 2010 lalu, para pencinta sepakbola Indonesia merapatkan barisan untuk menjatuhkan rezim trio macan tersebut. Dimulai dengan demo-demo kecil yang meminta ketiga orang tersebut turun dari jabatannya. Ada juga yang menempelkan spanduk berbunyi “Kami mendukung timnas bukan PSSI”, dan kegiatan lainnya.

(sumber : www.google.com)

       Hal itu merupakan satu bukti akan ketidakpercayaannya lagi terhadap ketiga orang penguasa PSSI tersebut dan mengharapkan adanya revolusi. Bahkan para suporter sepakbola Indonesia pun menilai tidak majunya prestasi sepakbola Indonesia karena ketidak becusannya PSSI dalam mengurus sepakbola Indonesia.
       Namun Nurdin Halid dan antek-anteknya seolah tidak melihat dan mendengar apa yang diharapkan masyarakat sepakbola Indonesia. Nurdin Halid dan Nirwan Bakrie turut mencalonkan diri dalam pemilihan ketua umum PSSI periode 2011-2015. Berbagai cara dilakukan Nurdin cs. untuk mencari suara di pemilihan tersebut.
       Masyarakat pecinta sepakbola tetap tidak mendukungnya. Mereka menjagokan jendral George Toisutta dan Arifin Panigoro sebagai ketua umum PSSI. Para pendukung George dan Arifin bahkan membuat sebuah kelompok kecil bernama Kelompok 78 yang mayoritas merupakan para pemilik suara sah di pemilihan ketua umum PSSI 2011.
       Setelah beberapa kali kongres pemilihan ketua umum berjalan dead lock atau tanpa hasil, besok Sabtu (9/7) merupakan hari dimana nasib PSSI ditentukan. Merupakan suatu kewajiban untuk Komite Normalisasi yang dalam hal ini mengurus kongres PSSI untuk menghasilkan suatu keputusan yang sah. Karena sebelumnya FIFA telah mengirim ultimatum, jika dalam kongres besok masih belum menghasilkan ketua umum PSSI, maka sepakbola Indonesia dalam hal ini PSSI akan diberikan sanksi.
       Besok adalah penentuan nasib sepakbola Indonesia, semuanya masih mungkin terjadi dalam kongres besok, jika tidak menghasilkan ketua umum maka sanksi sudah siap mendatangi sepakbola Indonesia, namun jika seseorang bakal calon ketua umum terpilih maka itu sebuah revolusi di tubuh PSSI. Semoga sejarah baik akan tercipta esok hari. [ilhamnoor™]

Rabu, 15 Juni 2011

CAR FREE DAY, MEOLAHRAGAKAN MASYARAKAT

 Hampir setiap orang sepakat jika hari Minggu merupakan hari yang paling menyenangkan. Bagaimana tidak, pada hari ini rutinitas setiap orang selama sepekan hampir diliburkan. Perkantoran dan sekolah ditiadakan. Otomatis membuat setiap orang mengisi waktunya dengan keluarga atau kerabat terdekat. Ada yang pergi ke tempat wisata, berbelanja di pusat perbelanjaan, atau memanfaatkan hari liburnya dengan berolahraga.
Namun ada baiknya jika sesekali kita menghabiskan waktu Minggu kita dengan berolahraga. Tidak perlu pergi ke sasana olahraga lengkap dengan pakaiannya, saat ini pemerintah kota Bandung telah menutup sebagian ruas jalan Ir. H. Juanda (Dago) untuk dijadikan area bebas kendaraan bermotor (car free day).
Area Car Free Day (CFD) Dago saat ini sudah menjadi tempat favorit anak muda dan keluarga untuk menikmati hari Minggunya. Selain bisa berjogging ria, di CFD ini kita bisa bersepeda, atau hanya berjalan santai. Ada juga beberapa anak muda memainkan skate boardnya tanpa rasa takut tertabrak kendaraan yang biasa memadati ruas jalan Dago ini.
Selain digunakan untuk berolahraga, di salah satu titik di CFD Dago ini juga kerap berdiri satu panggung hiburan lengkap dengan alat bandnya atau suatu pertunjukan wayang golek. Hal inilah yang mungkin menjadi salah satu acuan bagi masyarakat Bandung untuk datang ke CFD ini.
Seperti halnya Putri (22 tahun), ia bersama kelima temannya sengaja datang ke CFD untuk berolahraga. “Saya datang kesini ditemani teman-teman saya, sengaja sih pengen aja olahraga di tempat yang beda, ada pertunjukan musiknya, selain itu juga udaranya segar banget.” Seraya diamini teman-temannya.
Ada juga Andri (22), ia sengaja ke CFD untuk bersepeda fixie, “sekarang kan lagi musim lagi tuh bersepeda, makannya sengaja kesini naik sepeda ya sekalian olahraga lah.”
Namun sayang, CFD ini hanya bisa dinikmati hingga pukul 10.00 dan berlangsung satu hari saja. Semoga dengan waktu singkat itu bisa mengurangi polusi udara di Kota Bandung yang sekaligus menyehatkan untuk masyarakat. [ilhamnoor™]

Selasa, 18 Januari 2011

Bona Paputungan Mengikuti Jejak Duo Keong Racun

Masih ingat dengan Shinta & Jojo, dua orang wanita asal Bandung yang menjadi tenar setelah mengupload video lipsingnya di Youtube beberapa waktu lalu? Yaa, dengan “face dancing Keong Racunnya” mereka menjadi buah bibir masyarakat Indonesia, dan berkat karyanya, mereka mendapatkan tawaran untuk membintangi iklan yang bisa kita saksikan di televisi.
Dan diawal 2011 ini, munculah seorang pria bernama Bona Paputungan (32 tahun), seorang mantan narapidana di lembaga pemasyarakatan kelas II A di Kota Gorontalo. Bona meringkuk di terali besi sejak 11 Maret 2010 dan bebas pada 5 Januari 2011. Ia terjeblos kedalam penjara akibat kasus kekerasan dalam rumah tangga.
Selama meringkuk diterali besi sejak 11 Maret 2010 lalu, ia mengaku mendapat perlakuan kasar dari sipir dalam penjara. Wajahnya babak belur akibat dihantam bogem mentah dan pentungan salah seorang petugas. Belum lagi ia harus menjalani ”ritual” hukuman dari sesama penghuni penjara. Berbeda dengan tahanan yang terjerat kasus pidana korupsi, perlakuan mereka lebih baik dari tahanan lainnya.
Kondisi Bona yang babak belur di jeruji itu dituangkan dalam bait-bait lagu.Salah satu yang menarik adalah berjudul ” Kisah aku dan Gayus Tambunan” yang kemudian diganti menjadi Andai Aku Gayus Tambunan.
Lagu itu lebih menceritakan kisah hidupnya sebagai orang yang lemah tak punya apa-apa, lalu mendapat siksa di penjara. Sementara para koruptor yang dipenjara seperti Gayus Tambunan bisa berbuat apa saja hingga bebas keluar masuk dalam penjara dan plesiran ke luar negeri.” Saya merasakan sendiri kalau ternyata hukum itu bisa dibeli,” kata Bona Paputungan dalam percakapannya kepada Tempo.
Untuk produksi lagu dialbumnya itu, Bona dibantu oleh salah seorang anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari utusan Provinsi Gorontalo, dan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Gorontalo yang sempat mendekam dalam penjara karena kasus korupsi.
        Saat ini video klip “Andai Aku Gayus Tambunan” sudah ramai diberitakan di internet, dan bukan tidak mungkin dengan video ini, Bona akan mengikuti jejak kesuksesan si duo keong racun. [ilhamnoor™]dari berbagai sumber.