Tampaknya setiap orang setuju jika nyamuk merupakan salah satu hewan yang kita benci. Disaat kita tertidur lelap, ngiungannya membuat kita terbangun, sengatannya pada bagian tubuh kita membuat kita refleks untuk memukul sekerasnya. Namun pemburuan kita lebih sering gagal, walaupun bukan tidak mungkin kita berhasil mendapatkannya.
Tapi mungkin jarang orang mengetahui jika dibalik sifat menyebalkannya si nyamuk, kita bisa mengambil pelajaran yang sangat berharga. Ya, strategi memburu nyamuk lah yang bisa kita ambil sebagai bekal untuk kita menjalani kehidupan.
Jika kita terbawa nafsu untuk memburu nyamuk yang menggigit kita, maka besar kemungkinan hewan penghisap darah itu akan cepat kabur. Karena ia mengetahui bahwa ia menjadi sasaran perburuan manusia.
Namun apabila kita menepok nyamuk dengan cara yang benar, berpura-pura tidak akan memburunya dan dekati nyamuk dengan gerakan perlahan-lahan maka nyamuk tersebut tidak menyadari bahwa ia menjadi target perburuan. Dan hasilnya?? nyamuk tersebut akan jelas terlihat di telapak tangan kita.
Dari strategi menepok nyamuk itulah kita dapat mendapatkan suatu pelajaran yang berharga untuk mengejar nikmat dunia. Kejarlah dunia seakan-akan kita tidak mengejarnya, yaitu dengan perlahan-lahan, tidak terlalu ngotot dan ambisius yang justru sering menjerumuskan. Kejarlah dunia, seakan-akan kita tidak perlu kepadanya. Bahkan kalau bisa, kejarlah dunia dengan gerakan seolah-olah kita menjauhinya. Insya Allah dunia akan terengkuh.
Kejarlah dunia seperti kita memburu nyamuk. Dekati dengan pelan-pelan, jangan emosi dan kemudian serang dengan penuh perhitungan. [ilhamnoor™]
(terinspirasi dari Ustad Yusuf Mansur)


