Wajahnya yang cantik membuat seorang pria terpana memandangnya. Senyuman manisnya menarik para wanita untuk mendekatinya. Penampilannya yang menarik, seakan menghipnotis setiap orang yang berjalan dihadapannya. Itulah sedikit gambaran yang terjadi pada sebuah stand penjual printer pada Bandung IT Expo 2010.
Hampir semua stand pada pameran yang ada di pegelaran tersebut menyajikan pemandangan yang indah. Satu hingga dua orang wanita cantik berdiri tegak menyambut setiap pengunjung yang datang, layaknya sederet pager ayu yang menerima setiap tamu yang hadir pada suatu acara pernikahan.
Sales Promotion Girl (SPG) begitu biasa mereka disapa. Selama hampir 6 jam mereka rela berdiri untuk menawarkan produk yang dijual suatu stand pameran. Tak jarang mereka juga dihampiri pengunjung hanya untuk memintanya foto bersama, atau ada juga lelaki genit yang bermaksud menggodanya. Namun itulah resiko yang terkadang harus mereka hadapi.
Tetapi resiko tersebut bukan berarti apa-apa bagi sebagian orang yang menjadikan pekerjaan SPG ini sebagai media untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka berani ambil resiko apapun, termasuk mengenyampingkan gengsi jika suatu saat ia bertemu dengan seorang teman lama, atau teman kuliahnya jika sedang bertugas.
Pekerjaan yang relatif mudah, dan tidak memerlukan banyak tenaga ditambah dengan penghasilan yang cukup lumayan menjadikan satu alasan mereka untuk berkecimpung di pekerjaan ini. Berpenampilan menarik, bisa berkomunikasi efektif dengan pengunjung dan rela berdiri berjam-jam menjadi modal utama untuk menjadi SPG.
Fani (19 tahun) misalnya, ia bekerja sebagai SPG di suatu stand penjual printer pada Bandung IT Expo di gedung Landmark beberapa waktu lalu. Ia rela berdiri selama satu shift (6 jam) untuk mempromosikan printer yang dijual oleh suatu toko. Dengan seorang temannya, ia membagikan daftar barang dan harga kepada setiap pengunjung yang melintas dihadapannya, dan sesekali ia berinteraksi dengan pengunjung untuk memperkenalkan barang yang ia promosikan.
Dengan penghasilan 175.000 rupiah/shift ia rela berdiri berdiri selama 6 jam sehari untuk menjadi seorang “wanita penggoda” yang menggoda para pengunjung untuk membeli barang yang ia promosikan. Pekerjaan ini ia kerjakan untuk mencari penghasilan tambahan untuk kehidupan sehari-harinya sekalian mengisi waktu luang sambil menunggu ujian masuk perguruan tinggi.
Lain halnya dengan Mutiara (21), mahasiswi semester akhir pada suatu perguruan tinggi swasta di Bandung ini menggeluti pekerjaan ini untuk mencari penghasilan lebih. “Untuk nambah-nambah uang jajan”. Jawabnya ketika ditanya penulis pada suatu stand penjual laptop. Ia bekerja sebagai SPG selama 3 hari, dengan penghasilan 150.000 rupiah/shift.
Dewasa ini suatu pekerjaan sampingan sangat diidamkan oleh banyak orang. Tidak hanya orang yang berkeluarga saja, seorang mahasiswa pun sangat antusias untuk mencari pekerjaan sampingan untuk menambah biaya sehari-hari. Mereka mau mengerjakan apapun yang halal, bahkan mereka rela mengesampingkan gengsinya untuk menjadi seorang SPG demi mendapatkan sejumlah rupiah. [ilhamnoor™]
Tidak ada komentar:
Posting Komentar