Satu media pembelajaran jurnalistik seorang Ilhamnoor. Fakta, Opini, Curahan Hati semua tumplak bleg menjadi satu. Semoga dapat menghibur, dan mengilhami para pembaca. Adios...!!! [ilhamnoor™]

Kamis, 11 November 2010

Arena Prestasi Itu Kini Menjadi Panggung Politik

Apa jadinya jika impian anda untuk berprestasi dihalangi oleh satu atau sekelompok orang yang memiliki ambisi pribadi?
Apa jadinya jika anda berada pada komunitas yang besar, namun terdapat dua kubu yang saling “berperang” secara tidak langsung?
Mungkin kedua hal itu sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Tak bisa dipungkiri, di era demokrasi ini ternyata masih banyak hal-hal yang bisa membuat dahi berkerut untuk menghadapi masalah-masalah tersebut. Dan yang lebih mengherankan lagi, permasalahan tersebut juga terjadi di dunia olahraga, yang secara logika dituntut untuk bertingkah laku fair play sebagai seorang atlet.
Dalam pengamatan saya, makna fair play tersebut telah ternodai oleh sejumlah kepentingan politik satu atau sekelompok orang. Banyak kontroversi yang terjadi di dunia olahraga, baik itu di segi organisasi suatu tim ataupun atlet yang menjadi pemeran utamanya.
Suatu wadah yang bertujuan untuk menyehatkan jasmani, menyalurkan hobby, dan mencari sebuah prestasi seolah lenyap seketika. Oknum oknum tak bermartabat tersebut memupuskan harapan atlet yang sebenarnya tidak tahu permasalahnnya. Mereka menjadikan arena prestasi ini menjadi arena politik mereka.
Mereka bekerja mengatasnamakan profesionalitas, namun siapa sangka, profesionalitas mereka betujuan untuk meraih komersialitas yang berdampak pada sempitnya ruang gerak atlet untuk meraih prestasi. Ibarat mengambil kesempatan dalam kesempitan, itulah yang mereka lakukan. Tanpa melihat usia dan jabatan seseorang, mereka siap menerkam siapa saja yang menghalangi ambisi mereka.
Tulisan ini dibuat atas dasar keprihatinan penulis terhadap kondisi yang ada pada dunia olahraga Indonesia dan di Bandung pada khususnya.
Tidak bermaksud menggurui, hanya sebuah opini, dan semoga bisa mengilhami.[ilhamnoor™]

2 komentar:

  1. dalam hal ini atlet bukanlah pemeran utamanya, melainkan korbannya. yg atlet lakukan adalah berlatih untuk kemudian bertanding. hanya itu. untuk urusan lainlah yang memunculkan "kesempatan dalam kesempitan" itu. dan itu dilakukan oleh orang2 yang tidak mengerti apa2,, atau boleh dikatakan...bodoh.
    kalau memang ingin mengambil untung dari olahraga, belajarlah tentang manajemen olahraga, bukan manajemen yg lain.
    MLB, NBA, Premiere league, dsb adalah contoh manajemen olahraga yang sukses. dan menghasilkan banyak uang kalau memang prioritasnya kesana.

    BalasHapus
  2. Sungguh kondisi yang sangat memprihatinkan...... bagaimana caranya agar kita dapat menghidupkan kembali nilai-nilai sportifitas dalam setiap aspek kehidupan ?

    Andai saja nilai-nilai sportifitas, daya juang, persistensi, teamwork dan achievement orientation yang seyogyanya tumbuh dan terinternalisasi dengan baik dalam sanubari seluruh insan OR, maka setidaknya kita sedang membantu memulihkan karakter bangsa ini........

    Jangan biarkan Ibu pertiwi menangis karena hancurnya karakter bangsa ini......... mari kita bangun bersama......... mulailah dengan membangun karakter diri kita masing-masing, minimal dengan tidak terbawa arus liar yang menyesatkan dan hanya memuaskan ambisi golongan tertentu yang hanya mencari keuntungan sesaat.........

    Bravo Ilham........ jadilah pribadi yang berprinsip kuat.... tanggalkan egoisme ....... sudah saatnya berkontribusi turut membangun karakter bangsa dengan menjadi pribadi yang peduli pada masa depan bangsa dan generasi penerus.......... tambah terus wawasanmu, di pundakmu bersandar masa depan bangsa ini...... 2 thumbs up for u .......

    love u full

    CA

    BalasHapus